Gangguan saraf merupakan kondisi yang memerlukan penanganan tepat dan sedini mungkin. Di Klinik Krisma Akupunktur Tangerang, dr. Krisma Perdana Harja, Sp.Ak menerapkan Akupunktur Medik yang dikombinasikan dengan elektroakupunktur untuk merangsang regenerasi sel saraf, meningkatkan neuroplastisitas otak, dan mengembalikan fungsi motorik serta sensorik yang terganggu.
Kondisi Saraf yang Dapat Ditangani
- Pemulihan Pasca Stroke: Merangsang neuroplastisitas otak untuk membentuk jalur saraf baru, memperbaiki fungsi motorik otot yang lemah atau lumpuh, dan membantu pemulihan kemampuan bicara. Sangat penting dimulai pada golden period.
- Bell's Palsy: Mengembalikan fungsi saraf wajah (nervus fasialis) yang tiba-tiba lumpuh, sehingga wajah yang mencong berangsur kembali simetris.
- Trigeminal Neuralgia: Meredakan nyeri wajah yang sangat tajam dan menyengat akibat gangguan pada saraf trigeminal (saraf kranial ke-5).
- Nyeri Pasca Herpes Zoster (Cacar Ular): Mengatasi nyeri neuropatik yang menetap setelah ruam herpes zoster sembuh (postherpetic neuralgia), yang sering kali sangat mengganggu dan sulit diatasi obat biasa.
- Neuropati: Membantu regenerasi saraf tepi yang rusak akibat diabetes atau kondisi lain, mengurangi gejala kesemutan, mati rasa, dan nyeri terbakar di tangan atau kaki.
- Saraf Terjepit (HNP): Mengurangi peradangan dan tekanan pada saraf tulang belakang yang terjepit, meredakan nyeri yang menjalar ke kaki atau tangan tanpa operasi.
- Vertigo / Pusing Berputar: Mengembalikan keseimbangan sistem vestibular dan melancarkan aliran darah ke otak sehingga serangan vertigo berkurang secara signifikan.
Bagaimana Akupunktur Memulihkan Fungsi Saraf?
Akupunktur medis bekerja pada sistem saraf melalui beberapa mekanisme penting:
- Neuroplastisitas: Stimulasi jarum dan arus listrik mikro (elektroakupunktur) mendorong otak membentuk koneksi saraf baru untuk menggantikan jalur yang rusak, sangat penting pada pemulihan stroke.
- Regenerasi saraf: Akupunktur meningkatkan faktor pertumbuhan saraf (Nerve Growth Factor / NGF) yang mempercepat perbaikan sel-sel saraf yang cedera.
- Elektroakupunktur: Kombinasi jarum dengan stimulasi listrik berfrekuensi rendah memberikan rangsangan yang lebih kuat dan terarah untuk mengaktifkan kembali saraf yang tidak berfungsi.
- Sirkulasi darah: Melancarkan aliran darah ke area saraf yang bermasalah, membawa oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk proses penyembuhan.
Dr. Krisma Sp.Ak memahami anatomi saraf secara presisi sehingga penusukan jarum dilakukan tepat pada jalur saraf yang bermasalah. Pendekatan ini memberikan hasil yang jauh lebih optimal dibanding akupunktur konvensional.